
Derap langkahnya tetap maju ke depan
walaupun perlahan
Melunaskan hajat yang belum terlaksana
Hati-hati menuju ke destinasi yang diingini
Jangan kau pandang dirinya enteng
Biarpun dirinya tidak dipeduli
Tiada satu soalan pun dilontarkan terhadapnya
Hanya ekor mata dirimu melihat dan menjeling
Diam seribu bahasa tentang keadaan dirinya
Lantang mencecer tentang kesilapannya
walhal terang lagi bersuluh dirimu khilaf
Mencari kesalahan diri Laila
Namun Laila masih mampu tersenyum
Ketawa penghias dukanya
Berkongsi satu nasi bungkus bersama Zamilatun
Seolah berkongsi satu rasa
Satu rasa yang tidak dapat ditafsirkan oleh orang lain
Satu rasa yang hanya diketahuiNya
Yang mengatur cerita antara mereka
Ketahuilah
Laila sayang Zamilatun
Terima kasih Allah
temukan Laila dengan Zamilatun
No comments:
Post a Comment