HUJAN RINDU.
Langit bersuara penuh dentuman
manusia masih bisa melangkah keraguan
renik-renik hujan tadi masih bercucuran
matahari masih lagi kecairan
membeku sinaran
menukik kembara silam
aku terbentur di lautan kasih
memahat sumpah dan nama
riang
senyum
tawa
di pepasiran halus- berdesir lagu ombak
mendakap hembus anginnya
dalam hujan rindu
tetap kaku kebasahan
menyiang nestapa
membebat luka
memotret wajah sesiapa
yang kau suka
namun teman
siapa sangka kertas tulisan kita
renyuk hancur dimamah serangga
bersaksi hujan dan airmata.
Embun Melati,
Mahallah Ameenah
6.10 petang.
Nota : Mood Rangga belum habis daaa...Hehehe.

No comments:
Post a Comment