Monday, May 5, 2014

Home » » Puisi | Hujan Rindu

Puisi | Hujan Rindu

HUJAN RINDU.


Langit bersuara penuh dentuman

manusia masih bisa melangkah keraguan

renik-renik hujan tadi masih bercucuran

matahari masih lagi kecairan

membeku sinaran


menukik kembara silam

aku terbentur di lautan kasih

memahat sumpah dan nama

riang

senyum

tawa

di pepasiran halus- berdesir lagu ombak

mendakap hembus anginnya

dalam hujan rindu

tetap kaku kebasahan

menyiang nestapa

membebat luka

memotret wajah sesiapa

yang kau suka


namun teman

siapa sangka kertas tulisan kita

renyuk hancur dimamah serangga

bersaksi hujan dan airmata.


Embun Melati,

Mahallah Ameenah

6.10 petang.


Nota : Mood Rangga belum habis daaa...Hehehe.



No comments: