Tuesday, January 21, 2014

Home » » Puisi | Harapan ( Dengarlah T )

Puisi | Harapan ( Dengarlah T )

Harapan ( Dengarlah T)

I

Dalam karam di lautan derita
hanyut dihempas buih ombak menggila
lambaian tangan hanya disapa angin semata
begitu jua kicau beburung menerpa
seolah menanti mencengkam bangkai manusia
setelah puas memijak serpihan kaca
kasar atau halus
di setiap jalanan merentas harapan
walau tahu tapak kaki kan pasti menyucuk
mengalirkan darah bersama nanah, tetap membusuk
walau tahu lukanya tidak bisa dibebat
meresap penawar pun tidak ia mahu

II

Aduhai T..
sebanyak mana pun kau pulas relungan kasih
secantik mana pun kau tuang warna cinta
payah sekali ia bersemi dan bersinar
buih di lautan pun tidak bisa kau gayung
tulis kata di pepasir pun bisa hanyut
ini kan lagi harapan seribu kau damba senafas, dalam denyut
nadi mu yang masih bersisa
bernyawa dalam perit mengatur benih-benih rindu
tetap juga ia begitu
sambung tidak
bahkan tumbuh juga tidak sudi
dalam sesak mengatur nafas
kau hanya mampu mengatur baris-baris aksara, dalam pilu
untuk harapan kusam 
begitu
kau tetap menyisip kenangan
mengisi poket kesedihanmu.

Embun Melati,
Pasir Mas,
21 Januari 2014.


2 comments:

Faaeinz said...

Sedap puisinya.
Baca setiap bait-baitnya rasa terkesan di jiwa.

Unknown said...

Faarihin:

Terima kasih.
hanya mampu meluah di sini.Huhu.